Translate

Tampilkan postingan dengan label skema rangkaian elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skema rangkaian elektronika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2020

SKEMA RANGKAIAN PEMANCAR TV VHF MINI




 Sekema gambar di bawah merupakan rangkaian

pemancar tv seder hana yg mungkin

memudahkan anda utk membuatnya,input

audio&video pd rangkaian di bawah dpt

disalurkan ke output audio&video pd

VCD,DVD,,MP-4,KOMPUTER,atau yg lainnya (yg

mengeluarkan sinyal audio&video).



 Untuk komponen induktor L1 dapat dibuat dengan membuat 4 putaran dari kawat tembaga 24SWG berenamel pada diameter 6mm: plastik bekas.



Untuk transformator T1 adalah transformator untuk frekuensi radio (Dapat

ditemukan di papan radio transistor tua).

untuk ANTENA bisa dari kawat tembaga dengan panjang 1meter (Percoba'an dengan panjang untuk

mendapatkan kinerja yang optimal). Pemancar

ini bekerja di band VHF antara 50 – 210MHz.

Rangkaian pemancar TV sederhana ini hanya

kompatibel dengan PAL B dan PAL G sistem.



PISTOL SETRUM / STUN GUN





Stun gun merupakan perangkat
elektronik yang secara resmi digunakan
sebagai senjata para penegak hukum di
negara-negara maju. Kata lain dari alat
ini disebut senjata kejut listrik. Mungkin
bagi pembaca sudah pernah melihat
difilm fiksi. Alat yang dirancang tidak
mematikan namun bsa melumpuhkan
manusia dalam hitungan detik. Prinsip
dari alat ini memanfaatkan
penggandaan tegangan yang mencapai
800 KV (800 ribu volt) DC dengan arus
rendah.
Alat ini sengaja dirancang seminimal
mungkin secara fisik dengan tujuan
mobilitas dan hasil yang tidak
diragukan. Tenaga disupplai oleh baterai
3-6 volt DC kemudian dinaikkan dengan
proses switching frekwensi tinggi.
Untuk lebih mudah, silahkan pahami
rangkaian elektronika stun gun pada Gambar-1 dibawah.pada gambar-1 merupakan Stun gun sederhana
menggunakan IC 555 sebagai switching.
Rangkaian pada gambar-1 terdiri dari satu
komponen oscilator, penguat transitor
dan trafo step up. Oscilator mentrigger
transistor untuk menghasilkan tegangan
yang bersimultan berbentuk gelombang
kotak. Sehingga proses perpindahan
energi listrik dari kumparan primer ke
kumparan sekunder bisa terjadi.
Mungkin pembaca ingat bahwa trafo
atau transformator tidak bisa di aliri
tegangan DC (kebanyakan menggunakan
AC), dengan switching ini tegangan DC
diubah seakan-akan menjadi AC namun
tidak mempunyai puncak negatic (-V).
pada Gambar-2 merupakan Stun gun sederhana
menggunakan transistor sebagai switching
Rangkaian di atas hampir sama dengan
gambar yang pertama. Perbedaan
mendasar pada rangkaian ini
ditambahkan pensaklaran menggunakan
TRIAC, sedangkan oscilatornya
menggunakan komponen resistor dan
kapasitor (RC). Yang perlu dipahami
sebagai seorang anak teknik, rangkaian
ini mempunyai output negatip (-) dan
positif (+) dipasang pada dua elektroda
dengan jarak tertentu (ex: 5 cm). Pada
teori bahan isolator, kuat isolasi udara
diantara gap elektroda tadi + 30 KV/cm,
diatas tegangan tersebut udara sudah
tidak mampu lagi mampu menahan.
Output tegangan yang dihasilkan stun
gun ini berkisar 25 KV - 800 KV,
sehingga pada saat di aktifkan terjadilah
fenomena korona diantara dua elektroda
yang disebabkan ionisasi muatan listrik.
Karena melebihi gradient voltagenya (+
30KV) maka timbullah loncatan api.
Loncatan api inilah yang menyebabkan
manusia atau hewan bisa kejang
kemudian pingsan.
Kini sudah dirilis senjata resmi polisi
amerika yang sering digunakan untuk
melumpuhkan pengendara yang mabuk.
Senjata ini hampir sama dengan stun
gun portable lainnya, namun punya
fitur isi ulang peluru dan bisa
menembak target pada jarak 10 meter.
Peluru diisi dengn bubuk mesiu untuk
mendorong proyektil berupa jarum
tajam (steril). Pada ujung jarum
dipasang kabel yang berasal dari
rangkaian penaik tegangan.
Perlu diketahui, alangkah baiknya kita
siap diri menghadapi tindak kriminal
apalagi untuk kaum hawa yang rentan
dengan tindak kejahatan. Alat ini tidak
mematikan namun bisa melumpuhkan
dalam beberapa saat. Harga di pasaran
relatif murah. Aman, praktis dan legal untuk
disimpan (bagi orang dewasa tentunya).

gambar-1


gambar-2

gambar-3





SEKEMA RANGKAIAN PEMANCAR TV UHF mini


Gambar sekema rangkaian pemancar TV yang kami sajikan pada gambar di bawah merupakan rangkaian pemancar TV yang bekerja pada kanal UHF(Ultra High Frekwency) & bekerja pada frekwensi 470-580mhz/chenel:21-34.jarak pancaran sekema rangkaian pemancar TV pada gambar di bawah mencapai 30-100 meter jika menggunakan kabel antena 10-20cm,jarak akan semakin jauh apabila kabel antena di perpanjang.


Senin, 27 April 2020

RANGKAIAN LAMPU FLIP-FLOP


*Daftar Komponen Rangkaian Flip Flop
Berikut spesifikasi komponen yang digunakan dalam rangkaian lampu kelap kelip :
-Baterai  :              9 Volt
-Switch   :            (opsional)
-R1 dan R4:            470 ohm
-R2 dan R3:            10K ohm
-Q1 dan Q2:            BC 547
-C1 dan C2 :           100µf

*Prinsip kerja rangkaian lampu flip-flop
Konsep dasar yang digunakan dalam rangkaian lampu flip-flop ini adalah fungsi transistor sebagai saklar dan charging kapasitor. Secara awam, transistor akan mengalirkan arus dari kolektor ke emitter ketika tegangan basis lebih besar dari 0,7 volt (kondisi saturasi). Jika kurang dari 0,7 volt maka transistor akan memutuskan arus listrik (kondisi cut off).
Saat pertama rangkaian ini dinyalakan, arus listrik mulai mengisi kapasitor C1 (charging). Tegangan kapasitor ini akan naik perlahan berbanding lurus dengan nilai kapasitansi dan hambatan resistor R3.
ketika tegangan kapasitor C1 sudah melampui tegangan ambang yaitu 0,7 volt. Maka transistor Q1 akan mengaliran arus listrik dari kolektor ke emitter yang melalui LED warna merah.
Proses selanjutnya adalah pengosongan muatan kapasitor C1 karena mengalirnya arus pada transistor Q1. Sementara itu, pada saat bersamaan kapasitor C2 sedang melakukan proses charging.
Sesaat setelah muatan kapasitor C1 kurang dari tegangan ambang, tegangan kapasitor C2 tepat melampui tegangan ambang. Sehingga yang tampak adalah LED merah padam sementara LED hijau menyala. Proses kembali terulang dari awal.
Adapun resistor R1 dan R4 pada rangkaian flip-flop ini berfungsi sebagai pembatas arus yang mengalir melalui LED. Sehingga LED bisa terhindar dari arus listrik berlebih yang bisa menyebabkan kerusakan.
Sedangkan baterai yang dianjurkan sebesar 9 volt DC. Anda bisa menggunakan tegangan yang lebih rendah namun dengan nyala LED yang kurang maksimal. Sedangkan jika tegangan lebih dari itu dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada LED karena arus berlebih.

*RUMUS KECEPATAN FLIP-FLOP
Adapun kecepatan led pada flip-flop tergantung pada C-1 & R-1 atau C-2 & R-4.semakin kecil C(kapasistor) maka semakin cepat kelap-kelip pada flip-flop.begitu juga dengan R(resistor),semakin kecil nilai R maka semakin cepat pula pergerakan flip-flop.dengan rumus sebagai berikut:
T=RxC
T=waktu per detik
R=resistor satuannya ohm
C=kapasistor satuannya farad.

SAKLAR RELAY YANG DI KENDALIKAN OLEH TRANSISTOR


 Gambar di atas merupakan sebuah rangkaian saklar relay yang di kendalikan oleh transistor.
cara kerja nya;setiap kaki pada basis transistor (yang ada tulisannya port micro pada gambar di atas) di beri arus sedikit saja,maka kumparan pada rangkaian relay akan bekerja karena mendapatkan arus & tegangan yang cukup dari kolektor.sehingga saklar common-nc & common-no akan berubah.

Rabu, 22 April 2020

SKEMA RANGKAIAN CHARGER AKI/BATRAI OTOMATIS


DAFTAR KOMPONEN
SCR 1 = thyristor (SCR)  BT151 atau persamaan
SCR 2 =  thyristor (SCR) 2N5060 atau persamaannya
R1, R2, R3 = 47Ω 2 watt.
P = potensio 750 Ω 2 watt.
R4 = 1 K
C = Elco 50uF 25 volt.
D1, D2, D3 = diode penyearah
Z1 = diode zener 11 volt, 1 watt.
T = trafo skunder 24 Volt CT 3 – 5A.


Cara Kerja Charger Aki Otomatis 12V
Rangkaian pengisi baterai otomatis ini terdiri dari penyearah gelombang penuh dioda D1 dan D2. Tegangan yang dihasilkan akan mengalir ke baterai yang akan dibebankan melalui thyristor (SCR1).

Ketika tegangan tegangan baterai atau aki masih under load/rendah, thyristor (SCR2) masih dalam keadaan terputus, artinya bahwa level tegangan sudah cukup untuk mencapai gate (G) thyristor (SCR1) dan arus saat ini dikendalikan oleh resistor R1.



Ketika muatan awal (baterai sedang rendah), tegangan pada( kode panah) potensiometer juga rendah. Tegangan ini masih terlalu kecil untuk menggerakkan dioda zener 11 volt. Dengan demikian, dioda zener seperti sirkuit terbuka dan SCR2 tetap dalam keadaan terputus.

Ketika pengisian baterai mulai meningkat (tegangan baterai meningkat), tegangan pada kode panah potensiometer juga meningkat dan mencapai tegangan yang cukup untuk mendorong dioda zener. Ketika zener diode bekerja itu akan memicu thyristor (SCR2) yang sekarang sudah terhubung.

Ketika thyristor SCR2 membagikan tegangan ke resistor R1 dan R3, maka menyebabkan tegangan pada anode diode D3 menjadi terlalu kecil untuk memicu thyristor (SCR1) dan dengan demikian akan memutuskan aliran arus ke baterai (tidak lagi mengisi daya). Ketika ini terjadi artinya baterai telah terisi penuh.

Jika baterai dikembalikan untuk dicharge, proses akan dimulai secara otomatis. Elco ( C ) digunakan untuk menghindari kemungkinan pemutusan SCR2 yang tidak diinginkan.

Selasa, 21 April 2020

RANGKAIAN POWER SUPLY / ADAPTOR SEDERHANA


Daftar komponen penyusun rangkaian diatas :

D1 – D4 : Dioda 1N4004
C1 : 47 μF/16V
C2 : 1000 μF/16V
T1 : travo 6A


*Prinsip Kerja dari Power Supply
Input yang diterima oleh rangkaian power supply berupa tegangan AC yang sudah diturunkan tegangannya melalui transformator (trafo) contoh kasus tegangan PLN 220VAc menjadi 12VAc.

Setelah itu, terdapat dioda yang bertugas menyearahkan tegangan AC menjadi DC sehingga dari 12VAC menjadi 12VDC.

Dari dioda terhubung ke kapasitor atau ElCo yang berperan sebagai penyaring tegangan ripple yang masih bocor.

Apabila menginginkan output yang bervariasi misalnya power supply dengan output tegangan 5 VDC, 12 VDC, maupun 12 VDC bisa dipilih keluaran dari output dengan sakelar switching pada transformator.

Dikarenakan pada umumnya, transformator yang dijual pada pasaran terdapat beberapa tegangan output sekaligus.

Sabtu, 18 April 2020

RANGKAIAN PEMANAS INDUKSI / INDUCTION HEATING


Induction Heating adalah system pemanas dengan menggunakan induksi  medan magnet yang dihasilkan dari frekuensi tinggi/high frequency. Hal ini dapat terjadi dikarenakan pada objek timbul arus Eddy atau arus pusat yang arahnya melingkar melingkupi medan magnet yang menembus objek.

 *CARA KERJA INDUCTION HEATER
Tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi  tinggi yang dibangkitkan dari power modul. Frekuensi ini akan memicu sebuah komponen elektronika  untuk membangkitkan daya AC yang memiliki frekuensi  tinggi. Daya AC frekuensi tinggi ini yang dikirimkan ke kumparan untuk menimbulkan fluks, besar kecilnya fluks yang di bangkitkan bergantung pada luas bidang kumparan induksi yang digunakan. Hal ini dikarenakan induction heater memanfaatkan rugi-rugi yang terjadi pada kumparan penginduksi. Arus Eddy berperan dominan dalam proses induction heating, Panas yang dihasilkan pada material sangat bergantung kepada besarnya arus eddy yang diinduksikan oleh lilitan penginduksi. Ketika lilitan dialiri oleh arus bolak-balik, maka akan timbul medan magnet di sekitar kawat penghantar. Medan magnet tersebut besarnya berubah-ubah sesuai dengan arus yang mengalir pada lilitan tersebut.
Menurut Lozinski (1969), hal yang dapat menetukan banyaknya arus Eddy pada logam adalah :
1.  Besar medan magnet yang menginduksi Logam
 2. Bahan logam yang digunakan untuk menghasilkan panas . Semakin kecil hambatan   jenis logam, semakin baik untuk dijadikan obyek panas logam.
 3. Luas permukaan logam, makin luas permukaan logam maka makin banyak arus Eddy pada permukaan logam tersebut
 4. Besar frekuensi, makin besar frekuensi maka makin banyak medan magnet yang  dihasilkan.
 
Karakteristik Induction Heater
Karakteristik Induction Heater adalah sebagai berikut:
Secara teknis:
 1. Mampu melepaskan panas dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini dikarenakan                   kerapatan  energinya tinggi
 2. Dengan induksi dimungkinkan untuk mencapai suhu yang sangat tinggi.
 3. Pemanasan dapat dilakukan pada lokasi tertentu.
 4. Sistem dapat dibuat bekerja secara otomatis.

Pemakaian energi:
 1. Pemanas induksi secara umum memiliki efisiensi energi yang tinggi, akan tetapi hal          ini   bergantung pada karakteristik material yang dipanaskan.
 2. Rugi-rugi pemanasan dapat ditekan seminimal mungkin.

Keuntungan Pemakaian Induction Heater:
1         .       Panas dihasilkan secara langsung didalam dinding barrel
2         .       Panas dapat diterapkan seragam di seluruh barrel
3         .       Operasi elemen dingin, sehingga tidak memiliki batas waktu
4         .       Waktu start up cepat
5         .       Hemat energy



*SKEMA RANGKAIAN INDUCTION HEATING / PEMANAS INDUKSI





Rabu, 25 Desember 2019

RANGKAIAN SEDERHANA UNTUK MERUBAH TEGANGAN DC MENJADI AC (INVERTER)



Di sini kita akan memberikan gambaran skema dasar untuk merubah arus DC yang terdapat pada batray/aki menjadi arus AC yang biasa dihasilkan dari listrik PLN & biasa kita gunakan di rumah.
Cara kerjanya; listrik arus DC yang berasal dari batrai dirubah menjadi AC oleh kombinasi dari 2 transistor & induktor yang ada pada trafo (kombinasi induktor bisa di rubah dengan kapasistor untuk menjadikan arus AC).kemudian dinaikkan tegangannya oleh trafo & di peroleh tegangan yang tinggi pada output trafo.berikut rangkaiannya:

*KOMPONEN YANG DI PERLUKAN:
-Trafo T1: step down,primer AC 230v,skunder AC 12v CT
-Transistor Q1,Q2: 2N3055
-Aki B1/batrai lain: 12volt.

  Berikut adalah contoh rangkaian kombinasi 2 transistor & kapasistor yang dapat merubah arus DC mrnjadi AC:



Senin, 23 Desember 2019

ALAREM BAK AIR




 Bagi anda yang biasa menggunakan bak penampungan air (terlebih yang tidak memiliki sanyo otomatis),mungkin rangkaian ini dapat membantu anda mengetahui kapan waktu air pada bak anda penuh.berikut rangkaiannya:


Daftar Komponen :
Resistor
R = 150K
Kapasitor
C1 = 0,005 uF
C2 = 0,01 uF
Transistor
TR1 = BC108
TR2 = 2Sb178
Speaker 2 inci/5 Ohm

 Speaker bisa diganti bel rumah,atau lampu led,atau bisajuga di salurkan ke rangkaian saklar relay magnetik/kontaktor untuk memutus atau menyambungkan saklar sanyo sehingga jdi otomatis.


Jumat, 19 Juli 2019

RANGKAIAN LED FLIP-FLOP SEDERHANA

*Komponen yang dibutuhkan:

2 Buah Transistor BC547
2 Buah Elco 100mikrofarad
2 Buah Lampu LED
2 Buah Resistor 470 ohm
2 Buah Resistor 10k ohm
1 Buah Switch On Of
Power Supply tegangan 9 volt



*Prinsip Kerja Rangkaian Flip flop

Pada dasarnya, Flip-flop bekerja berdasarkan prinsip kerja transistor sebagai saklar.
Coba kita perhatikan, Jika Rangkaian tersebut diberi tegangan maka maka salah satu dari transistor akan berada dalam kondisi on. Kondisi ini akan tegantung pada kapasitor mana yang memiliki muatan lebih tinggi dibanding dengan kapasitor lain. Kapasitor yang memiliki muatan lebih tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih dahulu sehingga transistor yang kaki basisnya terhubung dengan kapasitor tersebut akan berada dalam kondisi onsementara transistor tersebut on akan menyebabkan kapasitor yang terhubung dengan kaki kolektor akan terisi muatan, jika salah satu transistor dalam kondisi on maka transistor yang lain akan berada dalam konsi off hal ini akan berlaku terus menerus secara bergantian sehingga terjadilah pergiliran nyala lampu yang disebut lampu flip-flop.

Coba kita mulai dengan Tr1, Jika Tr1 dalam kondisi on (disebabkan C1 melepas muatan) maka kolektor dan emitor akan terhubung sehingga Lampu D1 mendapat arus listrik sehingga D1 menyala, pada saat yang sama C2 mengisi muatan, setelah penuh maka C2 melepas muatan sehingga Tr2 sekarang berada dalam kondisi on sementara Tr1 berubah ke kondisi off. Pada saat Tr2 dalam kondisi on akan menyebabkan kolektor dan emitor terhubung sehingga lampu D2 mendapat arus listrik dan menyala, pada saat yang sama C1 mengisi muatan, demikian seterusnya selama rangkaian flip-flop ini mendapat arus listrik, maka peristiwa tersebut akan berulang. Sementara fungsi resistor dalam rangkaian ini adalah untuk memberi bias tegangan pada kaki basis dari masing-masing transistor.






Senin, 24 Juni 2019

SENSOR SUHU

*RANGKAIAN SENSOR SUHU DENGAN DIODA:


 
Rangkaian ini menggunakan dua buah transistor 2N4401 yang bekerja sebagai switch. Ketika dioda D1 yang digunakan sebagai sensor panas menerima panas, maka transistor Q1 akan aktif dan memberikan tegangan 0,7 volt pada kaki basis transistor Q2, sehingga transistor Q2 juga akan aktif dan menggerakkan relay. Resistor variable 10K digunakan untuk mengatur rangkaian untuk mengaktifkan relay sesuai dengan suhu yang diinginkan (sebagai pengatur tegangan referensi).


*RANGKAIAN SENSOR SUHU DENGAN THERMISTOR:




SENSOR CAHAYA



1. Light Sensor
    Keadaan dimana lampu akan menyala pada saat komponen LDR tidak mendapatkan cahaya.
  



   Komponen-komponen yang dibutuhkan:
   a. LDR                                  1 buah
   b. Resistor 100k, 1k          @1 buah
   c. Transistor BC547               2 buah
   d. Battery 9V                         1 buah
   e. Dioda 1n4002                    1 buah
   f.  Lampu                               1 buah
  
Prinsip Kerja 
LDR dan R1 sebagai pembagi tegangan. Saat LDR Tidak mendapakan cahaya (gelap) maka hambatan pada LDR semakin besar >100k dan R1 kecil maka tidak ada arus yang melewati kaki basis Transistor Q1 dan Transistor Q2 tidak mengaktifkan relay RL1 (Normally Open).
Saat LDR mendapakan cahaya maka hambatannya menjadi kecil <100k sehingga arus melewati kaki basis Transistor Q1 dan mengaktifkan Transistor Q2 yang mengaktifkan relay RL1 dari keadaan Normally Open ke Normally Close sehingga lampu mendapatkan arus lisrik bolak-balik dari sumber tegangan AC.

2. Dark Sensor
    Keadaan dimana lampu akan menyala pada saat komponen LDR mendapatkan cahaya.



  Komponen-komponen yang dibutuhkan:
   a. LDR                                  1 buah
   b. Resistor 10k, 1k          @1 buah
   c. Transistor BC547               2 buah
   d. Battery 9V                         1 buah
   e. Dioda 1n4002                    1 buah
   f.  Lampu                               1 buah
  
Prinsip Kerja 
LDR dan R1 sebagai pembagi tegangan. Saat LDR mendapakan cahaya maka hambatannya menjadi kecil <10k dan R1 lebih besar sehingga tidak ada arus yang melewati kaki basis Transistor Q1 dan Transistor Q2 tidak mengaktifkan relay RL1 (Normally Open).
Saat LDR tidak mendapatkan cahaya (gelap) maka hambatannya kecil >10k dan R1 lebih rendah sehingga arus melewati kaki basis Transistor Q1 dan mengaktifkan Transistor Q2 yang mengaktifkan relay RL1 dari keadaan Normally Open ke Normally Close sehingga lampu mendapatkan arus lisrik bolak-balik dari sumber tegangan AC.


Minggu, 17 Februari 2019

Rangkaian Amplifier OTL 10 Watt


Daftar komponen rangkaian amplifier OTL 10 Watt:
Resistor:
R1 = 390k
R2 = 15k
R3 = 1M
R4, R6 = 470
R5 = 5k6
R7 = 180k
R8, R21 = 10k
R9, R14, R17, R18, R34 = 2k2
R10, R11, R12, R33 = 4k7
R13, R22 = 1k
R15 = 470k
R16 = 150k
R19 = 100 ohm
R20, R26, R30 = 47 ohm
R23 = 1k8
R24 = 6k8
R25 = 180 ohm
R27, R28, R31, R32 = 1 ohm
R29, R35 = 10 ohm
NTC = 220 ohm
VR1 = A 50k
VR2, VR3 = B 50k
VR4 = B 100k
Kapasitor:
C1 = 500pF/25V
C2 = 1uF/10V
C3 = 5nF
C4, C13, C19 = 100uF/10F
C5 = 150nF
C6, C10, C11, C12 = 10 uF/10V
C7 = 10nF
C8, C9, C20 = 50nF
C14, C15 = 100nF
C16, C22, C23 = 100uF/25V
C17 = 47uF/25V
C18 = 220pF
C21 = 2200uF/25V
Transistor:
TR1, TR2, TR3 = FCS 9015
TR4, TR5 = FCS 9012
TR6 = FCS 9013
TR7, TR8 = 1 SB 407/337
Rangkaian amplifier seperti yang ditampilkan diatas memiliki 4 bagian utama, yaitu power supply, pre-amp, tone control dan power amplifier. Pada dasarnya rangkaian pre-amplifier atau pre-amp dan tone control sama saja dengan rangkaian-rangkaian lain pada umumnya, namun yang membedakan adalah terdapat pada rangkaian power amplifiernya yang menggunakan sistem OTL.
Rangkaian pre-amp menggunakan konfigursi darlington untuk mendapatkan penguatan arus yang lebih tinggi dari masukan sinyal audio. Potensiometer VR1 berfungsi sebagai pengaturan gain (volume), VR2 untuk pengaturan treble, dan VR3 untuk pengaturan bass.
Pada pengoperasiannya, rangkaian amplifier ini memerlukan catu daya -42V. diperlukan catuan negatif karena semua rangkaian tersebut berbasis komponen transistor jenis PNP sehingga diperlukan catuan negatif. Ketika rangkaian sudah dirakit, terlebih dahulu harus di setting tegangan offset hingga mendekati nol (DC) pada output loudspeaker dengan cara men setting putaran VR4.
Karena transistor power terutama TR7 dan TR8 akan mengeluarkan panas yang cukup tinggi pada saat rangkaian beroperasi maksimum, maka diperlukan pendingin alumunium secukupnya sehingga pada saat rangkaian mengeluarkan daya optimal, transistor power tidak beresiko mengalami kerusakan akibat panas berlebih.

Jumat, 15 Februari 2019

PENERIMA RADIO SUPER HETERODYNE


Jenis penerima radio yang ini berbeda dengan penerima radio langsung,walaupun ada bagian-bagian yang sama tetapi jauh lebih sempurna di bandingkan dengan penerima radio langsung.penerima super heterodyne mempunyai cirikhas tersendiri.yaitu setiap isyarat yang di terimanya terlebihdahulu dirubah ke dalam suatu frekwensi tertentu yang biasanya lebih rendah,dan ini terjadi pada tingkat frekwensi antara/menengah.kelebihan dari penerima radio super heterodyne adalah dapat mencapai suatu selektifitas yang besar dibandingkan dengan penerima radio langsung,dan memiliki kesensitifan yang besar.hal ini nantinya akan memudahkan kerja dari bagian penguat IF(frekwensi antara/menengah).untuk lebih jelasnya bisa anda lihat diagram blok penerima radio super heterodyne pada "gambar-1" di bawah.
 Berikut adalah beberapa blok rangkaian radio super heterodyne:
1-) ANTENA:
di udara banyak sinyal frekwensi radio dari berbagai macam pemancar radio,maka antena berfungsi untuk menangkap sinyal-sinyal frekwensi radio tersebut untuk di salurkan ke penala dan penguat frekwensi tinggi(penguat RF).
2-)PENALA & PENGUAT FREKWENSI TINGGI(RF):
gelombang radio yang di terima antena adalah terdiri dari berbagai macam gelombang radio dari berbagai macam pemancar radio.maka rangkaian penala berfungsi untuk memilih salah satu gelombang radio yang diterima antena untuk dikuatkan oleh penguat frekwensi tinggi(RF).sinyal radio yang di pilih oleh rangkaian penala merupakan sinyal radio yang frekwensinya sama dengan frekwensi yang di bangkitkan oleh rangkaian penala,yang biasanya terdiri dari rangkaian L(induktor) & C(kapasistor).apakah anda pernah mendengar tentang resonansi?,kurang lebih seperti itulah sistem yang di pakai rangkaian penala.sedangkan penguat frekwensi tinggi(RF) berfungsi untuk menguatkan gelombang radio yang telah di pilih oleh rangkaian penala,yang selanjutnya akan di salurkan ke blok rangkaian pencampur(mixer).
3-)OSILATOR LOKAL:
osilator lokal berfungsi untuk membangkitkan sinyal frekwensi tinggi yang lebih tinggi frekwensinya dari frekwensi penala/penguat frekwensi tinggi(RF),sehingga frekwensi selisih dari kedua rangkaian tersebut(osilator lokal & penala) menghasilkan sinyal frekwensi antara/menengah(IF).
4-)PENCAMPUR(MIXER):
bagian pencampur(mixer) digunakan untuk merubah getaran RF menjadi getaran IF(frekwensi antara/menengah) yang kemudian hasilnya disalurkan ke bagian penguat frekwensi antara/menengah(IF).misalnya sebuah getaran RF rangkaian penala sebesar 4.000khz,sedangkan getaran yang ada pada osilator lokal sebesar 4.400khz.maka pada bagian IF akan terjadi 4.400khz-4.000khz=400khz.
sekang kalau frekwensi yang di terima rangkaian penala sebesar 3.500khz,maka frekwensi yang ada pada osilator lokal harus ada sebesar 3.900khz agar pada IF(frekwensi antara/menengah) tetap sebesar 400khz.
biasanya untuk radio yang berada di jalur gelombang AM & SW menggunakan frekwensi sekitar 450khz±,sedangkan untuk radio yang berada di jalur gelombang FM menggunakan frekwensi IF sekitar 10,7mhz± atau bahkan lebih,sesuai dengan jalur frekwensi yang digunakan atau bisajadi sesuai dengan ketentuan pabrik pembuat nya.
5-)PENGUAT FREKWENSI ANTARA/MENENGAH (IF):
bagian ini(penguat IF) di pergunakan untuk mempertinggi atau memperkuat itensitas getaran IF sehingga cukup untuk di deteksi.bagian penguat IF bisa terdiri lebih dari 1 tingkat.bahkan untuk jenis pesawat radio komunikasi tertentu,bagian ini menggunakan 4 atau 5 tingkat penguatan.
6-)PEMBATAS(LIMITER):
 bagian ini berfungsi untuk meredam amplitudo gelombang yang sudah termodulasi (sinyal yang dikirim pemancar) agar terbentuk sinyal FM murni (beramplitudo rata).maka dari itu bagian ini tidak di perlukan untuk gelombang AM(Amplitudo Modulasi),sehingga pada rangkaian penerima AM setelah bagian penguat IF langsung di salurkan ke bagian detektor.
7-)PENGENDALI PENGUAT OTOMATIS/AGC(Automatic Gain Control):
bagian ini berfungsi untuk mengatur tegangan output limiter secara otomatis agar tetap stabil.
8-)DETEKTOR/DEMODULATOR:
sinyal yang berasal dari output penguat IF atau bagian limiter masih berupa campuran gelombang berfrekwensi tinggi IF dan gelombang berfrekwensi rendah audio(AF) yang berasal dari pemancar radio.maka dari itu bagian detektor berfungsi untuk memisahkan antara gelombang berfrekwensi tinggi(IF/RF) dengan gelombang audio(AF).pada rangkaian detektor ini sinyal gelombang frekwensi tinggi(IF/AF) di buang & sinyal audio(AF) nya di teruskan ke penguat audio(AF).
9-)DE-EMPHASIS:
De-emphasis berfungsi untuk menekan frekuensi audio yang besarnya berlebihan(terlalu tinggi) yang dikirim oleh pemancar.pada penerima radio AM(Amplitudo Modulasi) bagian ini juga tidak di perlukan tapi pada radio penerima FM(Frekwensi Modulasi) bagian ini sangat di perlukan.
10-)PENGUAT AUDIO/AF(Audio Frekwensi):
sinyal audio yang berasal dari detektor masih terlalu lemah sehingga tidak dapat menggerakkan memberan sepeaker,sehingga harus di kuatkan melalui bagian ini.
11-) SPEAKER:
sinyal audio yang telah dikuatkan oleh penguat AF masih berupa getaran listrik sehingga tidak dapat di dengar oleh telinga manusia.agar sinyal audio tersebut dapat di dengar oleh telinga manusia,maka sepeaker inilah yang diperlukan untuk merubah sinyal getaran listrik audio menjadi getaran mekanik audio yang dapat di dengar oleh telinga manusia yang bersumber dari memberan pada speaker.
untuk mengetahui contoh sekema rangkaian penerima super heterodyne lihatlah gambar dibawah:






BLOK/BAGIAN PENERIMA RADIO LANGSUNG



Gambar di atas merupakan diagram blok penerima radio straigh/langsung yang terdiri dari beberapa bagian,diantaranya:   
1-) Antena: antena adalah suatu alat yang berfungsi untuk menangkap sinyal-sinyal radio di udara yang di pancarkan oleh pemancar.
2-) Tuning: gelombang radio yang di terima antena sangat banyak,maka dengan rangkaian tuning ini anda bisa memilih salah satu gelombang radio dari pemancar yang anda inginkan tentunya dengan cara menyamakan frekwensi penerima dengan pemancar yang anda inginkan.biasanya rangkaian ini terdiri dari L(induktor) & C(capasistor).rumus frekwensi dengan rangkaian L-C: 
3-) Detektor: sinyal radio yang telah di terima & dikuatkan oleh rangkaian penala merupakan sinyal campuran antara sinyal radio(rf) & sinyal audio(af).maka rangkaian detektor ini berfungsi untuk memisahkan sinyal radio(rf) & audio(af),sinyal audio(af) diteruskan ke penguat audio(af) atau langsung ke earphone & sinyal radio(rf)nya dibuang ke tanah/ground.
4-) Penguat AF(Audio Frekwensi): sinyal audio(af) yang telah di saring oleh rangkaian detektor masih sangat lemah,maka penguat AF ini berfungsi untuk memperkuat sinyal audio(af) agar bisa kuat menggerakkan memberand pada speaker.
5-) Speaker/earphone: speaker/earphone adalah alat untuk mengubah sinyal listrik audio(af) menjadi getaran mekanik yang dihasilkan dari bergetarnya memberand dari speaker/earphone.
     Gambar di bawah merupakan contoh rangkaian sederhana dari penerima radio straigh/langsung:







Selasa, 12 Februari 2019

PEMANCAR RADIO FM MINI (frekwensi: 88-108mhz±)




Gambar skema rangkaian di atas merupakan salah satu wujud dari pada rangkaian pemancar radio FM yang bekerja pada kisaran frekwensi: 88-108mhz±.kualitasnya cukup lumayan karena hasil pancarannya gelombang di terima dalam keada'an bersih tanpa adanya noise(derau) & tak sama seperti radio pemancar model AM yang kadangkala masih banyak derau dalam radio penerima kita.rangkaian pemancar di atas bisa di rubah-rubah frekwensi nya bila ada sinyal pemancar lain yg mengganggu sinyal pemancar kita dengan memutar condensator variable(yang tertulis pada gambar di atas:"470pf± VRB").pada gambar rangkaian di atas apabila antena yang digunakan cuma 7cm maka jarak tempuh pancaran hanya sampai 8meter.Namun demikian bisa mencapai jarak yang lebih jauh lagi apabila antenanya di buat dengan tiang yang tinggi.
 Catatan: pada gambar rangkaian di atas yang ada tulisan"AUD" bisa di salurkan pada rangkaian ampli fier,music,&lainnya dari sinyal audio.untuk tulisan rangkaian "2 lilitan & 9 lilitan" pada gambar di atas di gulung searah dengan jarum jam,di gulung pada koker berdiameter:5mm,& jarak dari satu lilitan ke lilitan lain nya:1mm.

Selasa, 05 Februari 2019

MERUBAH TEGANGAN DC TO AC (INVERTER) SEDERHANA

Daftar komponen:

-Trafo ct 5a

-Trafo  2n3055 dua buah

-Resistor 1 k ohm dua buah.



Rangkaian inverter ini sangat sederhana dan dapat di rangkai dengan biaya murah dan dapat digunakan untuk menaikan tegangan dari 12v dc ke 220v ac, serta dapat di gunakan untuk menghidupkan lampu,tv,cd player. Besarnya daya yang di hasilkan inverter tergantung pada besarnya amper aki 12v,  misalnya accu 35A, 45A atau 60A. Ukuran trafo dan jumlah transistor sangat mempengaruhi daya inverter. Untuk menambah daya maka perlu ditambahkan transistor dengan jenis yang sama, dan dipasang secara parallel. Untuk trafo 5A dgn 12 transistor dapat menghasilkan daya sekitar 300watt.

PENGUAT TEGANGAN DC TO DC/PENGUAT TEGANGAN DC



Senin, 04 Februari 2019

RANGKAIAN PENGUAT ARUS LISTRIK SEDERHANA

Untuk merangkai penguat arus tersebut, anda membutuhkan komponen sebagai berikut :



R1 : 1 R – 2 W

R2 : 10 R – 2 W

C1 : 50 V – 1000 uF

C2 : 35 V – 470 uF

Q1 : TIP 2955

IC1 : 78xx Regulator LM 31